Teknologi Informasi Iris Scanner
Oleh : Leonardo Alexander
Mahasiswa Sistem Informasi UAJY 2016
Pendahuluan
Pengenalan identitas personal secara biometrik, yaitu
dengan mencocokkan karakteristik fisiologis seseorang, memiliki tingkat
keakuratan dan stabilitas yang tinggi dalam mengenali seseorang. Dalam paper
ini kami akan membahas sebuah teknologi informasi terkini yang sekarang sudah
digunakan banyak perusahaan teknologi . Semakin majunya teknologi informasi
melalui internet maka keamanan sebuah informasi merupakan hal yang penting
untuk menyeimbangi kemajuan tekonologi informasi. Keamanan untuk sebuah data..
1. Latar Belakang
Bagian tubuh manusia yang akan dibahas adalah iris
mata dengan tujuan membangun sistem utama sebuah keamanan sebuah perusahaan,
dengan menggunakan teknologi biometric iris mata dan mengetahui proses pengenalan
dan pencocokkan image iris dengan iris yang terdapat dalam database menggunakan
metode KMP. Output penelitian ini berdasarkan hasil verifikasi dari obyek yang
tidak bergerak. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah dengan menggunakan
software Visual Basic Net 2008 serta proses pengenalan dan pencocokkan menggunakan
metode Knuth Morris Pratt ( gambar nomor 1).
Dari pengujian diperoleh hasil bahwa iris yang normal
berhasil dikenali (cocok dengan data di database). Tetapi, untuk gambar iris
yang rusak dan yang tidak tersimpan dalam database sistem tidak bisa dikenali
dengan baik oleh perangkat lunak . Kesalahan masih bisa terjadi bila terdapat
kecocokan iris antara orang satu dengan lainnya, atau ketidaksempurnaan sebuah
iris. Oleh karena itu teknologi ini terus dikembangkan oleh banyak perusahaan
informasi. Seperti halnya pada gambar (gambar 1)dibawah ini, dapat di lihat
bahwa pendeteksian identitas menggunakan teknologi terkini dengan mengscan iris
seseorang.
Gambar
1 Pemindaian Iris pada Mata
2.
Sejarah
Biometric berasal dari
kata Bio dan Metric. Kata bio diambil dari bahasa yunani kuno yang berarti
Hidup, sedangkan Metric juga berasal dari bahasa yunani kuno yang berarti
Ukuran. Jadi jika disimpulkan biometric berarti pengukuran hidup. Tapi secara
garis besar biometric merupakan pengukuran dari statistic analisa data biologi
yang mengacu pada teknologi untuk menganalisa karakteristik suatu tubuh
(individu). Dari penjelasan tersebut sudah jelas bahwa Biometric menggambarkan
pendeteksian dan pengklasifikasian dari atribut fisik manusia yang dapat
mencakup pengenalan wajah, sidik jari, pengenalan suara, scan retina, dll.
Karena kerumitannya,
Biometric adalah tipe otentikasi yang paling mahal untuk diimplementasikan.
Tipe ini juga sangat sulit dipelihara karena sifat ketidaksempurnaan dari
analisisbiometric. Sangat dianjurkan untuk berhati – hati karena beberapa
masalah utama dari eror biometric diantaranya, sistem mungkin bisa menolak
subjek yang memiliki otoritas. Kesalahan seperti ini biasa disebut False
Rejection Rate (FRR). Dan disisi lain biometric juga bisa menerima subjek yang
salahdan seperti ini biasa diistilahkan False Acception Rate (FAR). Tapi
teknologi ini juga mempunyai sisi positif, salah satunya mungkin bisa diambil
contoh dari Retinal Scan yang sangat impossible untuk diduplikasikan.
2.1 Penggunaan Iris
Scanner
Ide
untuk identifikasi retina pertama kali disusun oleh Dr. Carleton Simondan &
Dr. Goldstein Isadore yang telah diumumkan di New York State Journal of
Medicine pada tahun 1935. Konsep untuk perangkat pemindaian retina muncul pada
tahun 1975. Pada tahun 1976, Robert "Buzz" Hillmem membentuk sebuah
perusahaan bernama Eye Dentify, Inc, dan membuat upaya penuh waktu untuk
meneliti dan mengembangkan alat tersebut.
Pada
tahun 1978, cara-cara khusus untuk scanner
retina telah dipatenkan, diikuti oleh model komersial pada tahun 1981.
Pengertian dari retina scan itu sendiri adalah salah satu teknologi biometri
yang memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi yang mampu meneliti lapisan
pembuluh darah dibelakang selaput mata. Tapi tingkat akurasi dari retina scan
sendiri bisa menurun apabila terjadi gangguan pada selaput mata. Contohnya,
bila mata sudah mulai rabun atau katarak maka alat yang digunakan untuk
mendeteksi tidak dapat mengenali identitas si Pengguna.
Scanner
retina biasanya digunakan untuk keperluan otentikasi dan identifikasi. Retinal
scanning telah digunakan oleh beberapa instansi pemerintah termasuk FBI, CIA,
dan NASA. Namun, dalam beberapa tahun
terakhir, pemindaian retina telah menjadi lebih komersial populer. Pemindaian
retina juga memiliki aplikasi medis. Penyakit menular seperti AIDS, sifilis,
malaria, cacar air, dan penyakit Lyme serta penyakit keturunan seperti
leukemia, limfoma, dan anemia sel sabit dampak mata. Kehamilan juga
mempengaruhi mata.
3. Cara Kerja
Teknologi Iris Scanner pada perangkat Galaxy Note 7 dapat bekerja
dengan cepat berkat adanya IR LED (infrared light emitting diode), merupakan
bagian yang dapat memancarkan cahaya inframerah pada kisaran spektrum radiasi
elektromagnetik (700 nm – 1 mm).
IR LED biasanya digunakan pada
perangkat-perangkat elektronik seperti remote televisi yang akan bertindak
layaknya lampu sorot, tetapi cahaya yang dihasilkan tidak akan terlihat oleh
mata telanjang. Dalam kasus Galaxy Note 7, bagian IR LED terletak persis di
samping Iris Camera,memungkinkan
sensor untuk menangkap iris pengguna bahkan dalam kondisi cahaya rendah (Gambar
2).
Gambar 2 Cara Kerja Iris
Scanner
3.1 Kelebihan dan
Kekurangan
Iris Scanner memiliki
kelebihan dan kekurangan, kelebihan dari teknologi ini adalah keamanan yang
cukup tinggi dibandingkan teknologi sebelmunya. Teknologi ini cepat dalam
memverifikasi sebuah data. Iris Scanner dapat
digunakan untuk melindungi sebuah informasi atau data yang penting, juga
mempunyai tingkat presisi yang tinggi. Namun teknologi ini masih cenderung
mahal dibanding pemindai biometric lainnya. Tidak semua orang dapat menggunakan
teknologi ini karena Iris Scanner hanya
dapat mendeteksi mata dalam kondisi normal, jadi bila seseorang menderita
penyakit seperti katarak tidak dapat menggunakan teknologi ini karena sensor tidak
dapat mengenali bentuk iris. Teknologi ini juga masih sangat asing bagi
masyarakat umum, karena belum banyak instansi yang menggunakan fitur ini,
sehingga sampai sekarang masih menggunakan pemindai sidik jari.
4. Kesimpulan
Teknologi
biometrik sudah mengalami kemajuan yang sangat signifikan dalam membantu
memproteksi sebuah perusahaan, iris scanner
adalah salah satu dari banyak inovasi yang digunakan dalam bidang keamanan. Iris scanner ini membaca pengguna lewat
sel saraf dibelakang sel selaput mata, sehingga hanya orang yang terdaftar
dalam sistem yang mampu mengakses iris
scanner. Sebenarnya inovasi ini sudah muncul pada tahun 1975 oleh Dr.
Carleton Simondan & Dr. Goldstein Isadore namun dikembangkan kembali oleh
Robert "Buzz" Hillmem dengan tujuan komersial oleh pabrik Eye
Dentify, Inc. Begitu juga dengan Samsung yang memberikan fitur iris scanner pada Galaxy Note 7 dengan
tujuan meningkatkan keamanan dan menjadi sebuah fitur unggulan yang memiliki
berbagai kelebihan dan kekurangan.
5.
Referensi
Wisanty,
Widya, H. Suarga dan Loeky Haryanto, Januari 2013, " PEMANFAATAN TEKNOLOGI
BIOMETRIC IRIS SCANNING SEBAGAI PASSWORD SISTEM KEAMANAN ". Universitas
Sawerigading, http://pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/ceef725290c8c2ee5f5d54f5c48b32e9.pdf,
3 November 2016.
Alisher,
2005, “Biometric Cryptosystem Using Online Signatures”.
http://www.google.co.id/#hl=id&q=biometric+alisher+2005 , 3 November 2016.
Silver,
Daniel L. dan Adan J. Biggs, “Keystroke and Eye-Tracking Biometrics for User
Identification”. Acadia University,
https://pdfs.semanticscholar.org/4c9d/0836b78129a87585f3928f99958bd35460b1.pdf,
3 November 2016.
Ganorkar,
Sanjay R. dan Ashok A. Gathol , 2007, “Iris Recognition: An Emerging Biometric
Technology”. WSEAS International Conference on Signal Processing, Robotics and
Automation. Volume 6,
http://www.wseas.us/e-library/conferences/2007corfu/papers/540-292.pdf , 3
November 2016.
0 Komentar